Loading

wait a moment

Indikator Trading Forex terbaik

Indikator Trading Forex Terbaik

Tidak jauh berbeda dengan investasi lainnya, investasi pada bisnis forex adalah salah satu instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan lumayan besar. Sehingga untuk bisa mendapatkan kemenangan dalam transaksinya, para trader membutuhkan analisa yang akurat yang membantu mereka untuk membuat keputusan masuk pasar forex. Seorang trader membutuhkan indikator forex terbaik untuk mengetahui kondisi pasar saat ini untuk dapat melakukan prediksi arah pasar kedepannya. Ragam teknik yang dilakukan dalam trading dan cara-cara analisis teknikalnya seharusnya dikuasai oleh seorang trader mendapatkan profit.

Indikator Forex terbaik dan akurat

Seperti kita diketahui, pasar forex adalah yang paling likuid diantara jenis pasar-pasar lainnya seperti pasar saham, komoditi atau obligasi. Berapapun harga buy atau sell yang kita kehendaki di pasar forex pasti akan terjadi transaksi, baik dengan pending order maupun masuk pada harga pasar saat itu (market price). Inilah yang dimaksud dengan likuiditas, dan pasar forex adalah yang paling likuid.

Karena alasan itu para trader perlu dibekali dengan pengetahuan analisa yang jitu, untuk memperoleh profit di tengah persaingan pasar yang begitu cepat berubah arahnya. Untuk mendapatkan profit dalam trading. Anda bahkan dapat membuat sendiri indikator forex Anda jika Anda memiliki dasar keilmuan statistik, karena indikator forex menampilkan data dengan prinsip ilmu statistik.

Ada ribuan indikator teknikal yang tersedia, tapi hanya ada sedikit indikator trading paling akurat untuk mencari profit. Tidak semua indikator mampu menghasilkan sinyal trading yang akurat saat akan digunakan untuk membuka posisi dalam market. Padahal tingkat akurasi sangat diperlukan jika tak ingin melewatkan peluang profit dan menghindari Loss. Berikut ini adalah Indikator paling akurat yang bisa menjadi referensi Anda saat open posisi :

Indikator Bollinger Band

Dikembangkan 20 tahun lalu oleh John Bollinger, Bollinger band mampu menghasilkan sinyal yang bagus, selain bisa gunakan untuk memantau level support dan resistance.

Elemen di dalam Indikator Bollinger

Bands Indikator Bollinger Bands terdiri dari sebuah Simple Moving Average (SMA) dengan dua band atau pita yang berada di atas dan di bawah garis SMA. Band sebelah atas dinamakan Upper Bollinger Band dan band sebelah bawah dinamakan Lower Bollinger Band. Upper dan Lower Band ditentukan berdasarkan penambahan dan pengurangan nilai SMA dengan standar deviasi. Sedangkan standar deviasi mengukur volatilitas hingga seberapa jauh harga bisa bergerak dari nilai yang sebenarnya (true value).

Bollinger Bands Pengukur Volatilitas

Bollinger Bands adalah salah satu indikator teknikal untuk mengukur volatilitas dan menentukan arah trend pergerakan harga. Selain arah trend, indikator ini juga digunakan untuk menentukan keadaan jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold). Ciri khasnya, dalam kondisi pasar sideways (ranging), harga bergerak diantara dua band (pita). Indikator ini diciptakan oleh John Bollinger, seorang technician trader pada tahun 1980. Kini, indikator ini sangat populer digunakan dalam perdagangan di berbagai jenis pasar finansial, termasuk pasar forex.

  • Indikator Relative Strength Index (RSI)

Bagi para trader RSI (Relative Strength Index) dinilai sebagai salah satu indikator paling kuat karena mampu memprediksi pergerakan market dengan hasil lebih tinggi. Indikator RSI akan menunjukkan apakah harga sedang overbought atau oversold sebelum tren terjadi.

Artinya trader bisa masuk dengan cermat untuk mendapat profit besar dengan resiko kecil. Sinyal yang diberikan RSI sangat bisa diandalkan tingkat akurasinya sehingga mampu memberi rasio kemenangan sekitar 70% – 80%, tergantung time frame yang dipakai.

Dengan alasan tersebut banyak trader atau mentor yang sering menganjurkan trader pemula untuk belajar indikator ini. Karena RSI termasuk indikator momentum yang bisa di plot dengan skala berbeda. Terdapat skala dari angka 0 sampai 100 untuk mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold dari market. Misalnya saja RSI menunjukkan angka 70 ke atas, market sedangkan ada dalam posisi overbought. Sebaliknya, saat RSI menampilkan angka di bawah 30 ke bawah, market sedang dalam posisi oversold. Ide dasar penggunaan RSI sebenarnya yaitu dengan mengambil titik tertinggi dan terbawah lalu masuk market saat harga berbalik arah.

Selain itu Indikator RSI juga bisa dimanfaatkan untuk mengkonfirmasi arah trend. Misalnya saja jika RSI ada di atas angka 50, market bisa saja dalam keadaan trend naik. Tapi jika RSI menampilkan angka di bawah 50, market kemungkinan ada dalam posisi trend menurun.

  • Indikator Simple Moving Average (SMA)

Salah satu indikator yang akurat dan diandalkan para trader untuk mencari profit adalah Indikator SMA. Pada prosesnya, trader membuka posisi dalam market setelah trend terbentuk dengan melihat grafik yang ditunjukkan oleh SMA. Walau demikian, SMA juga bisa digunakan untuk menyusun strategi trading forex. Cari paling akurat memakai indikator SMA yaitu dengan bounce method.

Dengan metode ini, trader harus menunggu trend sampai terbentuk. Ketika masuk trading secara acak, trader harus menunggu sampai harga tertarik kembali ke rata-rata pergerakan harga dan memantul (bounce) dari titik ini. Saat sinyal pembalikan sudah diberikan, trader bisa masuk market dengan sesuai arah trend dengan stop-loss ditempatkan di bawah harga pergerakan rata-rata. Dengan metode open posisi seperti ini, trader bisa meraup profit besar hanya dengan stop-loss jarak pendek.

  • Indikator Parabolic Stop and Reverse (SAR)

Indikator Parabolic SAR ditampilkan sebagai garis parabola tunggal (atau titik-titik) di bawah bar harga dalam trend naik, dan di atas bar harga dalam trend turun. Parabolic SAR adalah indikator teknikal yang digunakan untuk menentukan arah harga suatu aset, serta menggambarkan peringatan ketika arah harga berubah.

Indikator ini paling sederhana dan akurat dan sebagai salah satu indikator trend terbaik. Parabolic SAR pada penggunaannya, titik-titik (dot) akan muncul ke dalam chart baik di atas atau di bawah harga sebagai indikasi potensi pergerakan harga selanjutnya. Saat dot berada di atas harga, market pada posisi tren menurun sehingga trader harus ambil order short. Dan saat dot ada di bawah harga, market sedang pada posisi tren sehingga trader harus ambil posisi long. Sangat sederhana kan ?

  • Indikator Stochastic

Indikator stochastic termasuk jenis indikator momentum dan bisa digunakan untuk mengetahui kapan trend kemungkinan akan berakhir. Sebagai indikator momentum, stochastic menunjukkan saat-saat dimana pergerakan harga telah mencapai keadaan overbought atau oversold. Stochastic adalah indikator oscillator sederhana yang mengukur momentum.

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi loss saat market berubah sangat cepat, trader harus mempersiapkan diri dengan stop-loss. Dengan trik ini maka peluang kalah trading masih bisa dihindari karena stop-loss hanya ditempatkan beberapa point dari entry point.

Kesimpulan :

Beberapa indikator yang termasuk indikator akurat sudah kita bahas satu-persatu. Jenis indikator trading paling akurat untuk meraup profit besar. Beberapa jenis indikator bahkan sudah berperan layaknya alat teknikal yang wajib dipakai trader dari segala golongan, baik pemula atau profesional. Sebelum memutuskan untuk terjun langsung pada trading real sebaiknya terlebih dahulu coba kemampuan analisa teknikal Anda pada akun demo yang pada umumnya disediakan oleh berbagai broker trading forex online. Semoga sukses !